skip to main |
skip to sidebar
Bismilah
CLBK nih sahabat.. alias Celana Lama Berseri Kembali..xixi, maksa banget yah..
Punya celana jeans yang udah nggak kepake lagi..hyuk mari di karyakan menjadi barang-barang unyu..
Punya tas dari bahan celana jeans bekas, udah lama sih.. tapi belum sempet ke foto, nhah kebetulan ada sebuah tantangan, yang juga di sebut "UJI NYALI" di grup HandicraftQta
Tema-nya berupa Upcycle dari pakaian bekas, bisa dari apa aja, misal baju, celana, Br* (tuuuut..sensor) rok dan lain sebagainya.
Inilah karyaku yang aku ikut sertakan di Uji Nyali
Ini tas udah lama bikinnya. Bahkan udah dibuat mejeng sama emak dan para buah hatinya, karena belum pernah di uplod, maka lumayan buat di ikut sertakan ^^
Karena sisa kainnya masih banyak, sayang banget kalau mau di buang, teksturnya asyik, dari jaman Bang Levi's ampe sekarang masih ngeksis aja, bahkan kalangan anak kecilpun juga kepincut dan merasa ca'em kalo udah pake celana lepis.
Akhirnya...dibuatlah ini..
Rompi Tutu....
Idenya pertama cuma bikin rompi, pas bikin, lihat kain tile, nyoba dikombinasikan eh..jadilah rompi tutu ini, ini jahit tangan lho, karena mesin jahitnya rusak, sukanya dipakai bereksperimen anakku buat njahit buku-bukunya, dan si tengah suka nangkring di atasnya buat mobil-mobilan..
heum kainnya yang tebel cukup melatih kesabaranku
Ada cerita di balik pembuatannya, karena suami saya nggak pernah tau yang namanya tutu
eh..malah dikomenin "Kok kayak papua sih mah..."
Hiks, ya wis deh..kan cuma komen.. Akhirnya gogling tutu, dan aku inbokin dia.. "Kayak gini nih tutu..unyu kan"
eh malah dijawab pake gambar "Oh kirain kayak gini.."
Hahah...ada ada aja sih
dibikin tutu. kainnya juga masih sisa, kain tilenya juga masih sisa dikit, dibikin aja baby shoes
Dan tibalah waktu penguman pemenang..
karena pasukan ciliknya udah tiga, jadi jarang buka FB...
dan wow...karyanya kereen-keren semuanya, dan baru kali ini aku lihat Br* diubah bentuk menjadi alas duduk, dompet, tempat alat craft
Alhamdulillah aku kebagian menang di juara-4
ini hadiahnya..
Makasiiih mbak-mbak Admin dan para sponsor semuanya..
salam cipika-cipiki
“Mah lihat..mewarnaiku bagus to..?” Kata Idham, anak saya yang waktu itu masih duduk di TK kecil.
Bagaimana saya harus memberi komentar, tugas mewarnainya sungguh berantakan. Ada beberapa gambar pepaya yang dia beri warna seenaknya, ada yang hijau, merah, biru, hitam, dan kuning. Padahal dia sudah faham beragam warna, dan sudah pernah memakan buah pepaya, tapi mengapa pepaya versi dia kok warna-warni?
“Bagus ya mah..?” Kata dia dengan mata berbinar seolah mengharap saya memuji hasil karyanya.
“Iya..” Saya meng-iya-kan, berharap senyumnya tidak berubah menjadi ekspresi kecewa jika saya mencerca hasil karyanya. Mungkin banyak yang sependapat dengan saya, bahwa apa yang telah dilakukan Idham bukan merupakan sebuah prestasi yang baik.
“Pepaya warnanya apa sih mas..?” Tanya saya untuk memancing pendapatnya.
“Oranye.. Ini yang hijau pepaya masih muda, yang biru sama merah, pepaya yang berbahaya, yang pakai bahan pewarna, yang hitam pepaya busuk,yang kuning udah matang.” Jawabnya sembari menjelaskan satu per satu maksud dari warna-warna tersebut.
Semula saya pikir dia asal memilih warna, hal yang menurut sudut pandang saya adalah salah, setelah mendengar jawabanya, membuat saya terkejut. Ternyata daya imajinasinya luar biasa dan tentu hal ini bukan merupakan sebuah kesalahan, ini juga merupakan sebuah apresiasi yang baik, ketika saya sering mewanti-wanti dia untuk tidak membeli makanan yang berwarna-warni karena mengandung zat kimia yang berbahaya, dan dia mampu menunjukkan bahwa pepaya yang biru dan yang merah adalah pepaya yang berbahaya.
Hal yang serupa juga pernah terjadi, ketika dia mewarnai wajah tokoh pahlawan dengan warna hijau. Semula saya berfikir, mungkin krayon warna kremnya hilang, sehingga dia menggoreskan krayon hijau di wajah pahlawan tersebut. Kembali saya menanyakan, kenapa wajahnya diberi warna hijau. Lagi-lagi saya dikejutkan dengan jawabannya. Dia bilang itu orang yang lagi berubah jadi hulk. Kadang dia juga mewarnai gambar orang, dengan warna hitam pekat, ketika ditanya, jawabnya itu orang yang nakal, sehingga dibakar di neraka.
Dari sini saya belajar, untuk lebih memahami pilihannya sendiri, tentu bukan tanpa alasan kenapa dia melakukan ini-itu. Saya juga tidak ingin menariknya ke garis konvensional, bahwa warna kulit tidak ada yang hijau, bahwa langit selalu biru, bahwa tugas menggambar bebas itu adalah menggambar gunung dan pemandangannya. Biarlah dia lekat dengan imajinasinya. Jika semua berjalan di atas aturan yang konvensianal, tentu tidak ada nama sebesar Superman, Spiderman dan lain sebagainya.